Postingan

IN LOVE IN 17th- Last

Gambar
TERLAMBAT SUDAH. BERAKHIR SUDAH. PS : The last chapter of #Cerbung IN LOVE IN 17th. Sesampainya aku dilab. Aku terlambat, dan guruku, Bu Fariza, hanya memberikan senyuman sinis dan teguran manisnya kepadaku yang hanya bisa memasang wajah "maafin saya bu". Ku duduki kursi kosong yang disisakan teman-teman sekelasku, paling ujung, peralatannya masih terlihat baru hanya saja headphone nya yang sudah tak berfungsi sebelah. Aya dan Rara yang duduk dibarisan kedua menoleh ke arahku, kami berlabai-lambai tangan kegirangan. Sampai akhirnya bel istirahat berbunyi, kami semua bergegas ke ruang kelas, mencampakkan tas, mengambil kas, lalu belanja. Eh. Jajan maksudku. Seperti biasa, semuanya berbondong-bondong menyerbu makanan ter favorite  kita disekolah, ada mie caluk, mie pecal, lontong, siomay, bakwan, sampai minuman-minuman klasik seperti sirup merah kuning hijau, nutrisari, milo, sampai yang aneh si extrajoss susu. Aku dan kedua sahabatku selalu memiliki jajanan ...

Terlintas

Gambar
Suatu ketika pada malam yang dingin karena suhu air conditioner yang memuncak 16°C, aku sendirian, ditemani beberapa bayangan pantulan lampu tidur yang menambah pandangan mata sebelum tidur. Saat itu, aku memikirkan tentang hidup yang indah ini. Dunia ini yaa seperti itu, mengulang aktivitas yang sama setiap harinya, nan bagus bila dia berimprovisasi menjadikan pribadi lebih baik lagi namun menyedihkan bila terasa semakin hari semakin meredup. Cinta, kapan dia datang. Ku rindu. Bukan karena dia pernah hadir lalu pergi dan berjanji akan kembali. Namun karena, terasa seolah aku pernah merasakannya sewaktu masih seumur jagung muda. Ya, cinta Ayah dan Ibu. Sesaat terlintas, bagaimana kelak cinta halal nan sejati menyapaku sedangkan aku tak pernah lagi merasakannya, sebab sudah dirampas oleh adikku terkecil. Namanya saja aku telah menjadi seorang wanita, 20 tahun sudah mengecap pahit manis asam asin hidup dunia ini, cinta orang tua telah menjadi do'a untuk setiap harinya dalam mas...